bidiklensanews.com | Aceh Tamiang — Hampir setahun setelah banjir bandang dan bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025, proses pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur di daerah tersebut masih terus berlangsung.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang bersama pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian dan lembaga terkait terus melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap berbagai fasilitas yang terdampak bencana. 

Pekerjaan tersebut mencakup infrastruktur jalan, jembatan, permukiman, sektor pertanian, fasilitas pemerintahan, hingga sarana pendukung pelayanan masyarakat.

Saat ini, salah satu kawasan yang menjadi fokus penanganan berada di pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang. Sejumlah fasilitas di sekitar kompleks perkantoran bupati tengah direhabilitasi, termasuk lapangan dan tribun yang digunakan untuk kegiatan upacara serta berbagai kegiatan pemerintahan lainnya.

Selain itu, pembangunan helipad juga dilakukan sebagai salah satu sarana pendukung percepatan penanganan keadaan darurat melalui transportasi udara. Di sektor pelayanan dasar, pekerjaan peningkatan jaringan air bersih juga terus dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut menggunakan anggaran negara dengan nilai yang mencapai ratusan miliar rupiah. Penanganan juga mencakup jalan lintas negara serta sejumlah ruas jalan lainnya yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

Sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menunjukkan perbaikan setelah dilakukan penanganan pascabencana. Pemerintah juga merencanakan pembangunan sejumlah jembatan penghubung antarkecamatan yang dinilai penting untuk mendukung konektivitas masyarakat.

Di tengah berlangsungnya pekerjaan rehabilitasi, aktivitas pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang tetap berjalan. Sejumlah sekretariat pemerintahan untuk sementara menempati kantor beberapa Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), di antaranya Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik serta Dinas Perhubungan.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., bersama Wakil Bupati untuk sementara menjalankan aktivitas kedinasan dari rumah dinas atau pendopo. Kondisi tersebut terjadi karena gedung Kantor Bupati Aceh Tamiang sedang menjalani rehabilitasi secara menyeluruh.

Meski terdapat perpindahan sementara sejumlah unit kerja, pelayanan dan administrasi pemerintahan tetap berjalan.

Di sekitar kawasan perkantoran, aktivitas rehabilitasi juga terlihat pada jaringan drainase. Material lumpur dan bekas pekerjaan masih tampak di sejumlah sisi jalan karena jaringan drainase sedang diperbaiki.

Perbaikan drainase tersebut diharapkan dapat meningkatkan sistem pengelolaan air, terutama saat curah hujan tinggi, sehingga potensi genangan di kawasan perkantoran dapat diminimalkan.

Setelah rehabilitasi Kantor Bupati Aceh Tamiang rampung, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang juga direncanakan mendapat penanganan serupa.

Bantuan dan Dukungan Pascabencana

Selain dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bantuan dari berbagai pihak juga terus berdatangan untuk mendukung proses pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.

Salah satu bentuk dukungan datang dari masyarakat Kabupaten Bekasi melalui pembangunan gedung serbaguna untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan gedung tersebut disebut memiliki nilai lebih dari Rp4 miliar dan dilaksanakan secara swakelola.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi saat dihubungi media ini, Senin (5/10/2026), mengatakan aktivitas pemerintahan tetap berjalan meskipun sebagian sekretariat untuk sementara menempati kantor SKPK lainnya.

“Untuk saat ini roda pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang tidak mengalami kendala, meskipun beberapa sekretariat berkantor di SKPK lain,” ujar Armia.

Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur harus diarahkan pada fasilitas yang memberikan manfaat langsung terhadap pelayanan masyarakat.

“Kita ingin membangun infrastruktur yang benar-benar sangat bermanfaat bagi pelayanan masyarakat,” katanya.

Dorong Pemulihan Ekonomi dan UMKM

Selain pemulihan infrastruktur, Pemkab Aceh Tamiang juga menaruh perhatian terhadap pemulihan perekonomian masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu rencana yang tengah disiapkan pemerintah daerah adalah pembangunan jogging track di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda. Kawasan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Konsep penataan kawasan tersebut, menurut pemerintah daerah, diarahkan agar tidak hanya memperbaiki wajah kawasan perkotaan, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bupati Armia juga meminta masyarakat Aceh Tamiang untuk bersabar selama proses pemulihan pascabencana berlangsung. Menurutnya, berbagai kebutuhan daerah telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait untuk mendapatkan penanganan.

“Kita berharap masyarakat dapat bersabar dalam menghadapi masa pemulihan ini. Semua yang menjadi kebutuhan masyarakat telah kita sampaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar segera diproses. Namun, kita juga harus memahami bahwa musibah yang melanda tanah air saat ini terus terjadi,” kata Armia.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas pemerintahan, infrastruktur publik, pelayanan masyarakat, serta aktivitas perekonomian dapat kembali berjalan secara optimal.(Pakar).